Review: Masker Peel Off Qiansoto Shark Oil

Hai Teman-teman..
Kali ini saya gak sharing persoalan perkuliahan lagi ya hehe. It's time to beauty things. Ini yaitu review beauty things pertama aku. Yang mau saya review kali ini yaitu masker peel off masque. Kalian dulu niscaya sering denger masker lumpur yang warna nya hitam brand N*. Nah kini saya perkenalkan brand yang lainnya "Qiansoto". Yang pastinya masker ini sudah terdaftar di BPOM. Sebenarnya saya sudah sering pakai masker ini mulai dari tahun 2015 waktu saya kuliah S1 di Banjarmasin . Setelah saya lulus, saya sudah tidak pakai lagi masker ini sebab sulit ditemukan di kawasan aku. Sekarang saya melanjutkan kuliah lagi di Jogja, karenanya saya dapat dapetin masker ini lagi. Yeeeyyy.. semacam bernostalgia.. 

Description:
Capcus liat  penampilannya..


Tampilan depan


Tampilan belakang
Masker ini dibungkus dalam bentuk sachet yang sangat simple, sehingga lebih simpel kalau di bawa kemana-mana. Isinya juga banyak, 35 ml dapat hingga 4 kali pakai. Kalau bungkusnya sudah disobek alias dibuka, jangan lupa melipatnya biar masker tidak kering. 



Komposisi 
Masker ini mengandung alkohol dan paraben. Untuk kalian yang sensitif terhadap alkohol, lebih baik menghindari penggunaan ini dan untuk ibu hamil/ibu menyusui lebih baik juga menghindari penggunaan masker ini sebab kurang kondusif untuk kesehatan janin dan ASI.

Cara Pakai
Cara pakai nya simple banget..
1. Bersihkan wajah terlebih dahulu. Pastikan tidak ada bubuk yang melekat di wajah
2. Oleskan maskernya keseluruh wajah. Biasanya saya mengoleskannya pakai jari dan olesannya tebal. Aku tidak merekomendasikan memakai kuas sebab masker ini agak sulit di baurkan. 
3. Tunggu hingga benar-benar kering. Kalau di kemasannya tertulis sekitar 20-30 menit. Aku malah hingga ketiduran pakai masker jadi gak ngitung waktunya.
4. Setelah kering, tinggal dikupas deh maskernya (emang bawang dikupas) . Ngupas nya dari bawah keatas, biar wajah kita tetap kencang dan tidak kendur ke bawah. 


Review:
Ketika masker ini dibaurkan ke wajah, rasanya adem dingin. Padahal maskernya tidak didinginkan. Kemudian waktu masker mulai mengering, wajah terasa sangat kencang. Nah yang paling enggak banget itu mengupas masker yang sudah kering. Rasanya tidak mengecewakan sakit sih ketika diangkat. Agar tidak terlalu sakit, biasanya saya eksklusif cepat-cepat mengupasnya. Jika pelan-pelan akan semakin sakit. Bagiku tidak persoalan rasa sakitnya sebab dengan begini tandanya komedo diwajah akan terangkat. 

Qiansoto mengeluarkan banyak varian. Aku sudah mencoba semua varian versi masker lumpurnya ibarat strawberry, olive, vegetables, honey, dan shark oil. Dari sekian banyak varian hasilnya menurutku tidak ada perbedaan, sebab tujuan saya memakai masker ini yaitu untuk mengangkat komedo saja. Dan ternyata semua varian masker sama-sama efektif untuk mengangkat komedo. Perbedaannya cuma pada wanginya saja. Aku suka semua wanginya, sangat menenangkan hingga ketiduran. haha

Harga masker Qiansoto juga mahasiswaable banget. Dulu waktu zaman kuliah S1 harganya 8500. Tapi kemarin saya beli 9000. Naik 500 doang sih. Sangat ekonomis buat kalian yang suka maskeran tapi tidak terlalu banyak budget.

Conclusion:
(+) Simple dan Praktis
(+) Harga Mahasiswaable (Murah dan isinya banyak)
(+) Efektif ngangkat komedo
(+) Terdaftar BPOM
(-) Sulit dibaur
(-) Sakit ketika dikupas


Sekian Review dari aku. Semoga bermanfaat teman-teman. See You On Next Post. 

Buat kalian yang ingin bertanya, silakan tulis di kolom komentar. Jangan jadi anonim yaa :) 

*Untuk dikala ini belum ada foto ketika saya memakai masker ini sebab wajahku dalam keadaan belum banyak komedo. Sewaktu-waktu artikel ini akan di update untuk mengatakan seberapa banyak komedo yang terangkat*

Sumber https://friestamonita.blogspot.com/

Comments

Popular posts from this blog

Macam-Macam Produk Viva Kosmetik Dan Kegunaannya

10 Jenis Maskara, Punya Mu Yang Mana?

Review Focallure Auto Brows Pen - Shade 02